Coutinho Tak Mau Menyalahkan Barisan Pemain Belakangnya yang Rapuh

Coutinho Tak Mau Menyalahkan Barisan Pemain Belakangnya yang Rapuh

Lensa Berita Terkini - Bek Liverpool terus memperlihatkan performa yang kurang bagus. Pemain The Reds, Philippe Coutinho, tidak mau menyalahkan barisan pemain belakang.

Liverpool baru saja menelan kekalahan ketika berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Pertandingan di Wembley, Minggu (22/10/2017) malam WIB berakhir dengan skor akhir 1-4. Gawang Liverpool, yang dijaga oleh Simon Mignolet, dibobol dua kali oleh Harry Kane. Selain itu, Son Heung-min an Dele Alli juga mencatatkan namanya di papan skor.

Dua gol cepat Tottenham merupakan buah dari kesalahan pemain belakang Liverpool, Dejan Lovren. Sebelum babak pertama berakhir, dia juga diganti oleh Alex Oxlade-Chamberlain.

Sedangkan gol kedua Kane berawal dari kesalahan Mignolet dalam menghadang umpan silang hasil tendangan bebas.

Coutinho tidak menyalahkan barisan pertahanan. Seluruh tim diminta agar dapat mengantisipasi umpan silang dari bola mati yang berbahaya. 

"Gol pertama terjadi di sisi lebar lapangan di mana semua pemain terlibat untuk bertahan, tidak cuma para pemain di sisi kanan pertahanan," ujar Coutinho di Soccernet.

"Kami mesti meningkatkan penampilan di sisi ini secepat mungkin untuk bisa memenangi laga dan lebih bisa berjuang lagi. Dengan kesulitan laga seperti ini, kami tahu hal-hal seperti ini yang menjadi penentu."

"Jadi, kami mesti berkonsentrasi dalam mengatasi bola seperti ini."

"Kami mesti bekerja karas. Bagian permainan seperti itu, situasi bola mati dari sisi lebar lapangan. Kami mesti lebih berkonsentrasi untuk menghalaunya," tambahnya.

Di Liga Inggris, Liverpool telah kebobolan sebanyak 16 gol dalam 9 laga yang dijalani. Selisih gol mereka ada di angka -2, karena baru bisa 14 kali membobol gawang lawan. (Lensa Berita Terkini)

Kepolisian Masih Lakukan Penyelidikan Terkait 1 Motor Terbakar Saat Tawuran

Kepolisian Masih Lakukan Penyelidikan Terkait 1 Motor Terbakar Saat Tawuran

Lensa Berita Terkini - Kepolisian menyelidiki tawuran di Patmosusastro Surabaya yang berimbas pembakaran 1 unit sepeda motor. 4 Orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.

"Tawuran dinihari tadi masih dilakukan identifikasi siapa yang terlibat tawuran," ujar Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika saat dihubungi tribunnews, Minggu (22/10/2017).

4 Orang saksi yang telah diperiksa termasuk 2 orang yang merupakan teman dari pemilik sepeda motor yang dibakar. Berdasarkan pemeriksaan sementara, sepeda motor yang dibakar diduga tidak ada hubungannya dengan aksi tawuran.

Menurut Suartika, sepeda motor yang dibakar diduga dari kelompok penyerang. Sementara dari keterangan pemilik kendaraan, pengendara lagi melintas saat insiden dan ketakutan hingga terjatuh akhirnya dibakar massa.

Oleh sebab itu pihaknya masih belum bisa menyimpulkan keterangan siapa yang benar. Kepolisian sedang melakukan identifikasi dengan meminta keterangan saksi di lokasi.

"Keterangan pemilik sepeda motor, saat insiden dia sedang lewat di lokasi tiba-tiba dikejar sehingga ketakutan lalu terjatuh dan sepeda motornya dibakar," tuturnya. (Lensa Berita Terkini)

Sandi Sebut Lahan Persija Telah Siap Namun Desainnya Belum Modern

Sandi Sebut Lahan Persija Telah Siap Namun Desainnya Belum Modern

Lensa Berita Terkini - Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan lahan untuk stadion Persija telah ada. Tapi ada beberapa hal yang masih harus dikoreksi, termasuk desain stadion yang dinilai kurang modern.

"Rencana stadion kita akan bentuk secepatnya pembahasannya, lahannya telah siap. Kemarin sudah dipresentasikan Kadispora (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga). Tapi desainnya mesti diubah. Kan desainnya nggak kekinian banget," ujar Sandi di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).

Sandi mengutarakan desain stadion yang diterimanya masih memperlihatkan trek lari yang dinilai akan mengurangi jarak pandang pendukung. Dia meminta jarak tribun dan lapangan dekat.

"Desainnya desain stadion yang besar gitu kan, ada trek larinya. Itu kita ingin existing kita dekat. Kita kayaknya harus diubah," tambah Sandi.

Sandi tidak khawatir dengan keamanan stadion apabila jarak lapangan dekat dengan tribun. Dia mengatakan pendukung saat ini telah dewasa.

"Nanti kelas penonton kita akan meningkat terus dan Jakmania saya telah jamin sama Ketua Jakmania kita dikasih stadion akan sama-sama berkomitmen. Jadi mereka ikut andil, mempunyai stadion tersebut," terangnya.

Sandi belum merinci di mana lahan stadion yang akan dibangun itu. Tapi dia berharap pembangunan akan dimulai pada 2018.

"Konsepnya pembangunan tersebut public privat partnership, kemitraan itu kita lihat. Kita ingin stadion secepatnya dibangun dan mudah-mudahan bisa berlanjut di 2018," pungkasnya. (Lensa Berita Terkini)

Heboh Munculnya Buaya Besar di Kebumen

Heboh Munculnya Buaya Besar di Kebumen

Lensa Berita Terkini - Buaya berukuran 5 meter menghebohkan warga Dusun Pagak, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, pasca banjir yang mengakibatkan sungai-sungainya meluap. Warga heran karena sebelumnya belum pernah melihat buaya sebesar itu. Dari mana datangnya buaya tersebut?

Kemunculan buaya di daerah itu bukanlah yang pertama. Pada Juli 2017, ada penampakan beberapa buaya di sungai Luk Ulo. Tidak diketahui jumlah dan ukurannya. Warga cuma menduga-duga.

Saat itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Jateng, Suharman, mengutarakan pihaknya sempat turun ke lapangan. Tapi buaya tidak muncul lagi. Belum diketahui apakah hewan yang beberapa kali dilihat warga merupakan buaya yang sama atau berbeda. Ada kemungkinannya, hewan itu awalnya dipelihara orang lalu terlepas atau dilepas. 

"Setahu saya dari dulu di sungai Luk Ulo bukanlah habitat buaya," ujar Suharman, Rabu (9/8).

Nah, Selasa (17/10/2017) pagi, warga heboh. Setelah banjir, ada buaya raksasa di sungai Luk Ulo. Saat mau ditangkap warga, hewan buas itu naik ke daratan dan balik menyerang. Akhirnya penangkapan tidak jadi dilakukan.

Salah satu warga setempat yang berhasil mengabadikan momen langka itu yaitu Muhammad Ludiyono (37). Kepada tribunnews, Ludiyono mengaku sengaja merekam kemunculan buaya itu dengan kamera ponsel karena sebelumnya belum pernah ditemukan buaya sebesar itu di desanya.

Kepolisian juga ikut turun tangan. Sejumlah personil berjaga di sekitar sungai untuk mencegah kemungkinan buruk terjadi. Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, menghimbau supaya warga sekitar tidak menangani sendiri kemunculan buaya tersebut karena berbahaya. 

"Lebih bagus menunggu ahli yang berwenang," tutur Willy.

Apakah buaya raksasa itu sama dengan yang dilihat warga beberapa bulan kemarin? Dari mana asalnya? (Lensa Berita Terkini)
 
Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Jendela Berita Online Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet